1. Latar Belakang & Problem
Konteks:
Divisi Talent Management Policy PT Telkom Indonesia Tbk memegang peranan krusial dalam memastikan talenta terbaik perusahaan berkembang secara berkelanjutan di era digital. Namun, efektivitas kebijakan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan tersebut dikomunikasikan kepada karyawan.
Permasalahan Utama:
- Kekakuan Materi: Materi kebijakan dan pelatihan cenderung bersifat administratif sehingga kurang menarik minat peserta.
- Rendahnya Emotional Connection: Penyampaian materi konvensional belum mampu membangun keterhubungan emosional yang kuat dengan audiens.
- Tantangan Keterlibatan: Tingkat keberhasilan program pengembangan sangat dipengaruhi oleh tingkat engagement peserta terhadap materi yang diberikan.
- Kebutuhan Digitalisasi: Diperlukan media komunikasi yang lebih segar, relevan, dan inspiratif untuk meningkatkan partisipasi aktif.
2. Tujuan Proyek
Proyek ini dirancang untuk mencapai sasaran strategis berikut:
- Transformasi Materi: Mengonversi kebijakan yang kompleks menjadi konten yang lebih mudah dipahami (digestible).
- Pengalaman Belajar: Menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan inspiratif bagi seluruh lapisan talenta.
- Peningkatan Partisipasi: Mendorong keterlibatan aktif peserta dalam setiap program pengembangan melalui pendekatan visual.
- Efektivitas Komunikasi: Menyediakan aset audio-visual yang memiliki daya ingat tinggi
3. Pendekatan & Proses Kerja
Kami menerapkan proses produksi terstruktur untuk memastikan kualitas dan ketepatan timeline:
- Discovery & Alignment: Pendalaman kebutuhan dan tujuan komunikasi spesifik bersama pemangku kepentingan di PT Telkom.
- Content Mapping: Menyederhanakan alur kebijakan yang rumit menjadi poin-poin komunikasi yang sistematis.
- Creative Scripting: Pengembangan naskah yang mengedepankan aspek informatif namun tetap ringan dan komunikatif.
- Visual Alignment: Penyelarasan gaya visual agar sesuai dengan brand identity internal dan karakter audiens.
- Production: Eksekusi audio-visual dengan standar kualitas tinggi, berfokus pada kejelasan pesan.
- Quality Control: Proses review dan finalisasi dilakukan secara bertahap dengan titik persetujuan (approval) yang jelas.
Setiap tahap dilakukan dengan titik approval yang jelas.
4. Ruang Lingkup Produksi
- Jenis konten: Video audio-visual edukasi internal.
- Fokus Materi: Talent Management Policy dan Strategi Pengembangan Talenta.
- Gaya visual: Informatif, inspiratif, profesional, namun tetap relevan bagi karyawan.
- Durasi video: [± 3-5 menit]
- Jumlah video: [5 video]
Produksi dilakukan secara end-to-end oleh satu tim.
5. Output
- Aset konten audio-visual edukatif siap tayang.
- Komik berisikan materi yang lebih dinamis dan tidak monoton.
- Materi sosialisasi yang mendukung efisiensi waktu pelatihan internal.
6. Outcome / Dampak
Implementasi konten ini menghasilkan perubahan positif sebagai berikut:
- Komunikasi Segar: Penyampaian kebijakan perusahaan kini tampil lebih modern dan tidak lagi dianggap kaku.
- Konektivitas Audiens: Peserta merasa lebih terhubung dengan pesan kebijakan karena pendekatan yang manusiawi.
- Edukasi Menyeluruh: Pesan inti kebijakan dapat tersampaikan secara konsisten dan menyeluruh ke seluruh unit kerja terkait.
7. Catatan Tambahan (Opsional)
- Proyek diselesaikan sesuai timeline yang disepakati
- Pendekatan batch production memungkinkan efisiensi waktu



